Magic, sungguh menakjubkan! Kinetic art karya Laurent Debraux ini berhasil mencuri perhatian para pengunjung pameran. Debraux menyulap awan seolah-olah terlihat seperti benar-benar terbang. Levitasi awan merupakan karya kreatif pertamanya yang menggabungkan kinetic art dengan ferrofluid.

Debraux membungkus magnet dengan material kapas sehingga terlihat seperti sekumpulan awan terbang. Menurutnya, levitasi awan merupakan karya yang unik dan ia yakin orang-orang akan menyukainya. Selain unik dalam hal ide, karya Debraux ini juga unik dalam proses pembuatannya.

Jika kebanyakan seniman menggunakan program dengan kode-kode tertentu untuk menggerakkan suatu obyek, Debraux lebih memilih menggunakan ferrofluid. Apa itu ferrofluid?

Istilah ferrofluid berasal dari kata "ferromagnetic" dan "fluid", yang berarti sebuah fluida yang dapat dipengaruhi magnet. Ditinjau secara fisika, serbuk-serbuk besi dapat bergerak mengikuti medan yang materialnya bersifat ferromagnetik. Dengan demikian, ketika terdapat medan magnet serbuk besi tersebut akan mengikuti alurnya.

Untuk membuat obyek melayang, Debraux menggunakan rekayasa fluida magnetik. Serbuk besi dilarutkan bersama dengan materi bermassa jenis tinggi. Lalu, dibuat teknik penggumpalan, bagaimana caranya membuat serbuk besi tersebut tetap merata dalam larutan.

Untuk menyiasatinya, biasanya para ahli menambahkan zat yang disebut surfaktan. Zat tersebut memiliki kelebihan , yaitu dapat mengapung di sekitar serbuk besi dan mencegah untuk saling menempel satu sama lain.

Gumpalan bubuk dalam larutan bisa digerakkan atau dimanipulasi bentuknya oleh medan magnet. Dalam levitasi awan ini, medannya magnetnya dibuat statis sehingga awan terlihat seperti melayang. Keren bukan? Tertarik membuat karya kinetic art menggunakan ferrofluid?